pendekatan pembelajaran tematik integratif


A.      Pembelajaran Tematik Integratif
Salah satu prinsip psikologi pendidikan adalah bukan hanya dengan transfer ilmu seperti guru hanya memberikan pengetahuan kepada guru, tetapi siswa harus mampu mencari dan membangun pengetahuannya sendiri.
Pendekatan konstruktifiktif dalam belajar dan pembelajaran didasarkan pada perpadan antara beberapa penelitian dalam psikologi kognitif dan psikologi social, sebagaimana teknik-teknik dalam modifikasi perilaku yang didasarkan pada teori operant conditioning dalam psikoligi behavioral. Premis dasarnya bahwa individu harus secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilannya dan informasi yang ada diperoleh dalam proses pembangunan kerangka oleh siswa dari lingkungan di luar dirinya[1]. Seperti pada pembelajaran temaik ini yang termasuk pada pembelajaran kontruktifiktif.
Pembelajaran tematik adalah progam pembelajaran yang berangkat dari satu tema / topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai aspek atau di tinjau dari berbagai prespektif mata pelajaran yang biasa diajarkan di sekolah.[2]Menurut Beans, pembelajaran tematik sebagai upaya untuk mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan pengetahuannya. Kesempatan lebih besar bagi para guru dari berbagai disiplin ilmu untuk menemukan topik, konsep, dan keterampilan umum.
Pada dasarnya anak belajar berkat interaksinya dengan ingkungannya bak lingkungan fisik maupun lingkungan social. Dari interaksi demikian anak memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Ketika anak berinteraksi dengan lingkungannya ini ia belajar banyak hal, dari subjek matematik, ilmu pengetahuan social sampai humaniora.[3] Dalam pembelajaran tematik itulah anak akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang holistic. Sehingga tidak tesegmentasi per mata pelajaran yang akibatnya pengeatahuan dan pengalaman murid terpecah-pecah.
Gardner (1983/93) menyatakan bahwa selain kecerdasan verbal / linguistik dan logis / matematika tradisional, lima jenis kecerdasan lainnya juga ada. Ini termasuk kecerdasan musik, visual / spasial, tubuh / kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal. Untuk memfasilitasi pembelajaran, guru harus menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran yang mencakup semua kecerdasan, daripada hanya berfokus pada aktivitas bahasa dan matematika tradisional[4].
1.    Konsep Pembelajaran Tematik ter Integratif.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang diwakili dengan suatu pokok bahasa atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep yang lain yang dilakukan secara spontan dan direncanakan, baik dalam bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman belajar siswa, maka pembelajaran lebih bermakna.[5]
2.    Model Pemelajaran Tematik Integratif
a.    Model Pembelajaran Jaring Laba-laba (Webbed Model)
Pembelajaran Webbed model adalah proses kegiatan belajar dimana tema ditarik menjadi beberapa sub tema yang selanjutnya akan di pelajari dari tema dan sub-sub tema tersebut. Kurikulum berjaring menggunakan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan materi pelajaran.  Menyediakan tema yang luas.[6]
Berikut ini adalah contoh merencanakan pembelajaran tematik model jaring laba-laba yang di mulai dari penjabaran kompetensi dasar dari mata pelajaran di kelas 1 ke dalam indikator :
IPA :  1.Menyebutkan  Nama bagian-bagian tubuh.  2. Menceritakan kegunaan bagian-bagian tubuh. 3. Menyebutkan anggota gerak tubuh geraktubuh
Matematika :  1. Membilang atau menghitung secara urut.  2. Menyebutkan banyak benda. 3. membandingkannya
 



TEMA
KELUARGAKU

PPKN :  Menyebutkan berdasarkan jenis anggota keluarga  
Bhs. Indonesia :  1. Menyebutkan nama orang tua atau saudara kandung. 2. Menanyakan data diri dan nama orang tua serta saudara teman sekelas dengan kalimat sederhana.
IPS : a. menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan. 2. Menyebutkan nama bapak, ibu, saudara dan wali. 3. Menyebutkan alamat tempat tinggal.
 












Gambar : Wabbed Model                   
 Sumber : Kemendiknas 2014

Bagan diatas merupakan langkah-langkah pembelajaran tematik jaring Laba-laba (Webbed Model).[7]       
b.    Model Keterhubungan/Terkait (Connected Model)
            Menurut Trianto, model pembelajaran terkait adalah pembelajaran yang dilakukan dengan mengaitkan suatu pokok bahasan dengan pokok bahasan berikutnya, mengaitkan suatu konsep dengan konsep yang lain, mengaikan suatu ketrampilan dengan keterampilan yang lain, dan juga dapat mengaitkan pekerjaan hari itu dengan hari yang lain atau hari berikunya dalam bidang studi.
 Pembelajaran model keterhubungan ini kuncinya adalah suatu usaha sadar dalam mengaitkan satu materi terhadap disiplin ilmu. Dengan demikian, model terhubung merupakan model integrasi inter bidang studi. Model ini secara nyata mengorganisasikan atau mengintergasikan satu konsep keterampilan atau kemampuan yang ditumbuh kembangkan dalam satu pokok bahasan atau subpokok bahasan yang dikaitkan dengan konsep keterampilan atau kemampuan pada pokok bahasan atau bahasan lain.
Lebih lanjut dijelaskan oleh sukayati (2004) bahwa dalam hal ini guru perlu menyusun dan merencanakan pembelajaran yang mengaitkan  belanja dengan materi keterhubungan indikator dalam mata pelajaran IPS di kelas tiga semester 2. Dengan demikian alternatif bagan dari tema dan subtema yang diambil dapat disajikan sebagai berikut:[8]
1.    Mengidentifikasi kegiatan jual beli di lingkunganrumah dan sekolah
2.    Mengenal jual beli kebutuhan sehari-hari
1.    Mengenal berbagai nilai mata uang
2.    Mengenal manfaat mata uang
3.    Memecahkan masalah yang menggunakan uang


BELANJA

 




Mengenal jenis-jenis pekerjaan





Gambar : Model Keterkaitan
Sumber : Kemendiknas 2014



                [1] Baharuddin & Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar & Pembelajaran, ( Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2015). 163
             [2]Abd. Khadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran Tematik, ( Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2014), 1.
             [3]Abd. Khadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran …5.
             [4]International Journal of Education and Psychological Research (IJEPR), Thematic Approach for effective communication in ECCE, Volume 3, Issue 3, September 2014.
             [5]Abd. Khadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran 8.
[6] International Journal of Higher Education, A “New” Thematic, Integrated Curriculum for Primary Schools of Trinidad and Tobago: A Paradigm Shift, Vol. 4, No. 3; 2015.
[7]Abd. Khadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran Tematik,… 48.
[8].          Abd. Khadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran Tematik,… 42.

Komentar

Postingan populer dari blog ini